Korban Malpraktik Akhirnya Meninggal
Health Care | Wed, Apr 15, 2009 at 15:11 | Malang, matanews.com
Pasien korban dugaan malapraktik, Nita Nurhalimah (21), yang wajahnya rusak parah itu, sekitar pukul 07.35 WIB akhirnya meninggal, setelah di rawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Jatim, lebih dari satu bulan.
Menurut keterangan dokter yang menangani Nita selama di RSSA Malang, dr. Herman Yoseph, Rabu, selain mengalami kerusakan wajah yang cukup parah, bahkan hingga membusuk, pasien juga menderita penyakit lain yakni “Systemic Lupus Erythematosus” (SLE) dan “Syndrome Steven-Johnson” (SSJ).
“Kami sudah berupaya maksimal, namun jamur dan infeksi yang menyerang jantungnya tak terbendung lagi, sehingga pasien mengalami gagal jantung dan beberapa hari sebelum meninggal juga telah dipasang ventilator,” katanya mengungkapkan.
Ia mengakui, sebelumnya tim dokter yang menangani pasien juga telah melakukan operasi terhadap jaringan sel kulit yang mati dan mengisolasi pasien, agar upaya penyembuhan bisa maksimal, termasuk pemberian nutrisi tambahan dan elektrolit serta antibiotik.
Jenazah Nita Nurhalimah akan dibawa ke rumah duka di Blitar dan menurut rencana dimakamkan pada hari ini juga (Rabu, 15/4).
“Hari ini juga jenazah anak saya dibawa pulang ke Blitar dan langsung dimakamkan,” kata ayah almarhumah, Solikin.
Gadis asal Blitar tersebut, mengalami kerusakan wajah cukup parah dan bagian kulit lainnya melepuh, setelah berobat ke dr AE di Blitar. Setelah dirawat di RS Ngudi Waluyo Blitar tak membuahkan hasil, Nita dirujuk ke RSSA Malang dan ditangani oleh 11 orang dokter spesialis.
Pada awalnya, Nita mengeluh ngilu di persendiannya, kemudian periksa ke dr AE di Desa Kutukan, Kecamatan Garum. Oleh dr AE, Nita diberi obat, namun setelah empat hari minum obat dari dr AE, kondisinya justru memburuk dan badannya panas serta muncul bintik-bintik hitam yang terasa gatal.
Adanya dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dr AE tersebut, oleh keluarga Nita Nurhalimah telah dilaporkan ke Polres Blitar.(*z/a)
http://matanews.com/2009/04/15/korban-malpraktik-akhirnya-meninggal/
INI MERUPAKAN PEMBUNUHAN TIDAK DISENGAJA. KARENA DOKTER TIDAK MEMILIKI NIAT UNTUK MEMBUNUH
Minggu, 07 November 2010
Pembunuhan Semi Sengaja
Pembunuhan Turis Diduga Libatkan Petinju Seran
Dugaan keterlibatan Andreas Seran, petinju nasional dalam pengeroyokan Sean Keith William (22), turis asal New Zealand yang ditemukan tak bernyawa di Hotel Sari Yasa Samudra, Kuta, Bali makin menguat.
Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira mengakui telah menetapkan tiga tersangka atas kasus tewasnya bule asal New Zealand tersebut. “Ditemukan cukup bukti bahwa ketiga tersangka telah melakukan pemukulan dan pelemparan menggunakan botol bekas minuman dan gelas ke arah korban William saat terjadi keributan di ruang diskotek Bounty,” katanya.
Selain Andreas, dua karyawan diskotek Bounty Kuta, Doni dan Nengah Suastika, juga telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan itu. Bukti tersebut, lanjut dia, tidak hanya dari keterangan sejumlah saksi, tetapi juga hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di ruang diskotek di kawasan obyek wisata internasional Kuta itu.
Andreas Seran tercatat sebagai salah seorang petinju nasional yang kini aktif berlatih di sasana tinju Harry’s Gym di Perth, Australia, tempat petinju Chris John digembleng belum lama ini. Di dalam negeri, Andreas pernah bertarung dalam kelas welter 69,5 kilogram. Diduga, dia terlibat pemukulan terhadap korban William karena pengaruh minuman keras yang ditenggaknya. Sementara itu, dua tersangka lain, Doni dan Nengah Suastika, adalah tenaga keamanan (security) dan bartender di Diskotek Bounty Kuta.
William tewas menyusul insiden saling lempar botol minuman di ruang Diskotek Bounty, Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (11/4) tengah malam. Kejadian berawal dari tidak terpenuhinya keinginan William yang minta diberikan diskon atas minuman yang dibelinya. Versi lain menyebutkan, korban berniat joged di lantai dua, namun lantaran panggung penuh, petugas tidak mengizinkan William masuk sehingga dia langsung naik pitam dan mengamuk.
Korban melemparkan botol-botol bekas minuman sehingga terjadi saling lempar dengan pengunjung diskotek yang lain. Tidak hanya itu, sejumlah orang yang diduga karyawan atau petugas keamanan setempat malah ramai-ramai menggebuki korban. Suasana menjadi gaduh sehingga sebagian pengunjung berhamburan keluar ruangan. Polisi yang datang ke tempat kejadian berhasil mengatasi keadaan itu. William dilaporkan langsung dibawa ke Hotel Sari Yasa Samudra, Kuta, tempatnya menginap. Namun, pada pagi harinya, korban ditemukan pasangan wanitanya sudah tidak bernyawa di dalam kamar hotel. *
INI MERUPAKAN CONTOH PEMBUNUHAN SEMI SENGAJA.KARENA MENGGUNAKAN ALAT YANG TIDAK BIASA DIGUNAKAN UNTUK MEMBUNUH
Dugaan keterlibatan Andreas Seran, petinju nasional dalam pengeroyokan Sean Keith William (22), turis asal New Zealand yang ditemukan tak bernyawa di Hotel Sari Yasa Samudra, Kuta, Bali makin menguat.
Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira mengakui telah menetapkan tiga tersangka atas kasus tewasnya bule asal New Zealand tersebut. “Ditemukan cukup bukti bahwa ketiga tersangka telah melakukan pemukulan dan pelemparan menggunakan botol bekas minuman dan gelas ke arah korban William saat terjadi keributan di ruang diskotek Bounty,” katanya.
Selain Andreas, dua karyawan diskotek Bounty Kuta, Doni dan Nengah Suastika, juga telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan itu. Bukti tersebut, lanjut dia, tidak hanya dari keterangan sejumlah saksi, tetapi juga hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di ruang diskotek di kawasan obyek wisata internasional Kuta itu.
Andreas Seran tercatat sebagai salah seorang petinju nasional yang kini aktif berlatih di sasana tinju Harry’s Gym di Perth, Australia, tempat petinju Chris John digembleng belum lama ini. Di dalam negeri, Andreas pernah bertarung dalam kelas welter 69,5 kilogram. Diduga, dia terlibat pemukulan terhadap korban William karena pengaruh minuman keras yang ditenggaknya. Sementara itu, dua tersangka lain, Doni dan Nengah Suastika, adalah tenaga keamanan (security) dan bartender di Diskotek Bounty Kuta.
William tewas menyusul insiden saling lempar botol minuman di ruang Diskotek Bounty, Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (11/4) tengah malam. Kejadian berawal dari tidak terpenuhinya keinginan William yang minta diberikan diskon atas minuman yang dibelinya. Versi lain menyebutkan, korban berniat joged di lantai dua, namun lantaran panggung penuh, petugas tidak mengizinkan William masuk sehingga dia langsung naik pitam dan mengamuk.
Korban melemparkan botol-botol bekas minuman sehingga terjadi saling lempar dengan pengunjung diskotek yang lain. Tidak hanya itu, sejumlah orang yang diduga karyawan atau petugas keamanan setempat malah ramai-ramai menggebuki korban. Suasana menjadi gaduh sehingga sebagian pengunjung berhamburan keluar ruangan. Polisi yang datang ke tempat kejadian berhasil mengatasi keadaan itu. William dilaporkan langsung dibawa ke Hotel Sari Yasa Samudra, Kuta, tempatnya menginap. Namun, pada pagi harinya, korban ditemukan pasangan wanitanya sudah tidak bernyawa di dalam kamar hotel. *
INI MERUPAKAN CONTOH PEMBUNUHAN SEMI SENGAJA.KARENA MENGGUNAKAN ALAT YANG TIDAK BIASA DIGUNAKAN UNTUK MEMBUNUH
Pembunuhan Sengaja
Pembunuhan Bayi di Duren Sawit, Diduga Direncanakan
Senin, 10 Mei 2010 | 15:41 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Sektro Duren Sawit masih menyelidiki kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan oleh ibu kandungya sendiri. Polisi menemukan indikasi bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan sebelum jabang bayi lahir.
"Jelas direncanakan, karena tersangka sengaja melahirkan di kamar mandi dan membuang bayinya," kata Kapolsek Duren Sawit Titi Setyowati di Polsek Duren Sawit, siang ini.
Mayat bayi itu ditemukan Akang bin Miskhun, 22 tahun, tukang sampah di lingkungan kompleks Duren Sawit Indah, Rt 006/Rw 018, Klender, Jakarta Timur. Saat itu Akang tengah mengangkut sampah di depan rumah seorang warga bernama Wiwin Sriwidianingsih. Di rumah itu tersangka, Siti bin Waad, bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga. "Penemuan itu terjadi 1 Mei lalu," kata Titik.
Dalam penyelidikan, polisi mencurigai Siti. Apalagi saat diperiksa Siti terlihat salah tingkah dan banyak keterangannya yang berbelit-belit. Belakangan, Siti mengaku membuang bayi yang baru keluar dari rahimnya. "Mayat bayi saya bungkus dengan kaos, besoknya saya buang," kata Siti kepada wartawan.
Menurut Siti, tindakan keji itu dia lakukan karena takut dan malu. Bayi yang dia kandung adalah hasil hubungan di luar nikah dengan Iwan, kekasihnya. Hubungan itu dilakukan saat dia masih berada di Tegal.
Polisi menangkap Siti pada 7 Mei lalu. Perempuan itu diancam dengan pasal 342 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 9 tahun. "Dikenakan pidana tersebut karena pelaku berniat melakukan pembunuhan secara direncanakan terhadap anaknya sendiri," jelas Titik.
INI MERUPAKAN PEMBUNUHAN DISENGAJA, KARENA SUDAH DI RENCANAKAN SEBELUMNYA DAN MENGGUNAKAN ALAT UNTUK MEMBUNUH
ANIS MAULIDA DYAH AYU PUTRI
XII IPA 2
06
Senin, 10 Mei 2010 | 15:41 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Sektro Duren Sawit masih menyelidiki kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan oleh ibu kandungya sendiri. Polisi menemukan indikasi bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan sebelum jabang bayi lahir.
"Jelas direncanakan, karena tersangka sengaja melahirkan di kamar mandi dan membuang bayinya," kata Kapolsek Duren Sawit Titi Setyowati di Polsek Duren Sawit, siang ini.
Mayat bayi itu ditemukan Akang bin Miskhun, 22 tahun, tukang sampah di lingkungan kompleks Duren Sawit Indah, Rt 006/Rw 018, Klender, Jakarta Timur. Saat itu Akang tengah mengangkut sampah di depan rumah seorang warga bernama Wiwin Sriwidianingsih. Di rumah itu tersangka, Siti bin Waad, bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga. "Penemuan itu terjadi 1 Mei lalu," kata Titik.
Dalam penyelidikan, polisi mencurigai Siti. Apalagi saat diperiksa Siti terlihat salah tingkah dan banyak keterangannya yang berbelit-belit. Belakangan, Siti mengaku membuang bayi yang baru keluar dari rahimnya. "Mayat bayi saya bungkus dengan kaos, besoknya saya buang," kata Siti kepada wartawan.
Menurut Siti, tindakan keji itu dia lakukan karena takut dan malu. Bayi yang dia kandung adalah hasil hubungan di luar nikah dengan Iwan, kekasihnya. Hubungan itu dilakukan saat dia masih berada di Tegal.
Polisi menangkap Siti pada 7 Mei lalu. Perempuan itu diancam dengan pasal 342 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 9 tahun. "Dikenakan pidana tersebut karena pelaku berniat melakukan pembunuhan secara direncanakan terhadap anaknya sendiri," jelas Titik.
INI MERUPAKAN PEMBUNUHAN DISENGAJA, KARENA SUDAH DI RENCANAKAN SEBELUMNYA DAN MENGGUNAKAN ALAT UNTUK MEMBUNUH
ANIS MAULIDA DYAH AYU PUTRI
XII IPA 2
06
Selasa, 02 November 2010
Ghanimah,Salab,Fa'i
pengertian ghanimah,salab dan fa'i
ghanimah
adalah barang-barang yang didapat dari musuh dengan jalan pertempuran.
pembagian ghanimah:
1. 20% untuk :
4% _imam
4%_fuqarah dan masakin(kaum fakir miskin)
4%_mashalihul'l muslimin(untuk kemaslahatan kaum muslimin)
4%_ibnu'ssabil
4%_yatama(anak-anak yatim)
2. 80% untuk :
diserahkan bulat sebagai bagian tentara negara islam
salab
adalah barang-barang yang didapat dari musuh tampa paksaan.
pembagian salab
salab lebih dikhususkan untuk tentara yang membunuhnya. jika dalam membunuhnya bersama-sama, maka barang itu dibagi bersama-sama
fa'i
adalah barang-barang yang di pakek musuh tidak dengan pertempuran
pembagian fa'i
Fa'I itu dibagi menjadi dua bagian :
1. 1/5 (20%)
4%__Imam
4%__Mushalihu'l-Muslimin (=untuk kemaslahatan kaum muslimin) Kekuasaan diserahkan kepada Imam.
4%__ Fuqara wa'l-masakin (=kaum fakir dan kaum miskin).
4%__ Ibnu'sabil (=mereka yang berperang).
4%__ Yatama (=anak-anak yatim)
2. 4/5 (80%): Diberikan bulat kepada keuangan negara untuk Mashalihu'l-Muslimin (=kemaslahatan kaum Muslimin).
http://ihsan20.blogspot.com/2009/10/pengertian-ghanimahsalab-dan-fai.html
ghanimah
adalah barang-barang yang didapat dari musuh dengan jalan pertempuran.
pembagian ghanimah:
1. 20% untuk :
4% _imam
4%_fuqarah dan masakin(kaum fakir miskin)
4%_mashalihul'l muslimin(untuk kemaslahatan kaum muslimin)
4%_ibnu'ssabil
4%_yatama(anak-anak yatim)
2. 80% untuk :
diserahkan bulat sebagai bagian tentara negara islam
salab
adalah barang-barang yang didapat dari musuh tampa paksaan.
pembagian salab
salab lebih dikhususkan untuk tentara yang membunuhnya. jika dalam membunuhnya bersama-sama, maka barang itu dibagi bersama-sama
fa'i
adalah barang-barang yang di pakek musuh tidak dengan pertempuran
pembagian fa'i
Fa'I itu dibagi menjadi dua bagian :
1. 1/5 (20%)
4%__Imam
4%__Mushalihu'l-Muslimin (=untuk kemaslahatan kaum muslimin) Kekuasaan diserahkan kepada Imam.
4%__ Fuqara wa'l-masakin (=kaum fakir dan kaum miskin).
4%__ Ibnu'sabil (=mereka yang berperang).
4%__ Yatama (=anak-anak yatim)
2. 4/5 (80%): Diberikan bulat kepada keuangan negara untuk Mashalihu'l-Muslimin (=kemaslahatan kaum Muslimin).
http://ihsan20.blogspot.com/2009/10/pengertian-ghanimahsalab-dan-fai.html
Langganan:
Postingan (Atom)